Russell T. Davies Khawatirkan Dampak Sentimen Media Sosial di Dunia Nyata

T
Tim Redaksi
Penulis
Russell T. Davies Khawatirkan Dampak Sentimen Media Sosial di Dunia Nyata

Penulis skenario sekaligus produser eksekutif ternama, Russell T. Davies, hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam rangkaian acara SXSW London di Inggris. Berdasarkan laporan yang dihimpun, kehadiran kreator serial Doctor Who dan It’s a Sin ini sekaligus untuk mempromosikan karya drama terbarunya bertajuk Tip Toe. Serial berdurasi lima episode tersebut telah menayangkan dua episode perdananya di saluran televisi Channel 4.

Dari pantauan redaksi di lokasi, Russell T. Davies menyempatkan diri menghadiri sesi pemotretan khusus sebelum membagikan pandangannya mengenai latar belakang pembuatan Tip Toe. Serial yang mengambil latar tempat di Manchester ini berfokus pada perseteruan antara seorang pemilik bar yang diperankan oleh Alan Cumming dan tetangga lamanya yang diperankan oleh David Morrissey. Konflik yang terjadi di antara keduanya merepresentasikan pergeseran sosial yang kini sedang berlangsung di tengah masyarakat Inggris.

Menurut Russell T. Davies, esensi utama dari Tip Toe adalah potret mengenai kemarahan di dunia maya yang kini mulai merembes dan merusak tatanan kehidupan nyata. Ia merasa urgensi untuk segera menayangkan serial ini sangat tinggi karena dinamika politik di Inggris yang melibatkan Perdana Menteri Keir Starmer dan pemimpin oposisi Kemi Badenoch bergerak sangat cepat, sehingga proses produksi harus berkejaran dengan waktu agar materi hukum dan politik di dalamnya tidak kedaluwarsa.

Berdasarkan penjelasan sang kreator, terdapat perbedaan atmosfer yang sangat besar saat ia menulis Queer as Folk pada tahun 1999 dibandingkan dengan era sekarang. Menurut pengamatan tim redaksi, jika karya terdahulunya cenderung membawa pesan optimisme masa depan, kini Russell T. Davies justru mengaku didera ketakutan dan keraguan yang besar akibat perdebatan mengenai hak-hak trans yang kerap dipersenjatai untuk menyudutkan seluruh komunitas LGBTQ+.

Lebih lanjut, Russell T. Davies menyoroti bagaimana perkembangan teknologi komunikasi saat ini tidak diimbangi dengan kedewasaan emosional manusia. Melalui karakter Clive yang diperankan David Morrissey, serial ini mengeksplorasi bagaimana seseorang yang semula memiliki sifat santun dan baik dapat perlahan-lahan terkikis menjadi homofobik dan transfobik akibat konsumsi algoritma media sosial serta kepercayaan buta pada teori konspirasi.

Meskipun membawa isu yang berat, proses produksi serial ini diwarnai momen hangat karena kedua aktor utamanya ternyata bersahabat dekat di kehidupan nyata selama 40 tahun namun belum pernah beradu akting bersama. Namun, Russell T. Davies juga menegaskan bahwa karakter pahlawan gay dalam serial ini tidak dibuat sempurna, melainkan turut menampilkan sisi kelalaian generasi tua yang kerap meremehkan ancaman nyata yang sedang bertumbuh di sekitar mereka.